Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Penjelasan 20 IS Baru RBTK

Penjelasan 20 IS Baru RBTK

Inisiatif Strategis baru Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (IS RBTK) hasil pembahasan Rapat Pimpinan Kementerian Keuangan atau Leaders’ Offsite Meeting (LOM 2016) ditetapkan guna mencapai strategic outcome Kemenkeu “Terjaganya kesinambungan fiskal melalui pendapatan negara yang optimal, belanja negara yang efisien dan efektif, dan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan sustainable”. Strategic outcome Kemenkeu tersebut diharapkan dapat dicapai melalui implementasi 20 inisiatif strategis baru pada tema sentral, tema penerimaan, tema perbendaharaan, dan tema penganggaran.

1. Tema Sentral

Terdapat 4 inisiatif yang dirumuskan dalam tema sentral untuk mendukung pencapaian pendapatan negara yang optimal, pengelolaan keuangan negara yang akuntable serta belanja negara yang efektif dan efisien.  Keempat inisiatif tersebut mencakup area penguatan budaya kemenkeu, corporate university, leaders’ factory dan integrasi kebijakan fiskal.

2. Tema Penerimaan

Tema penerimaan berfokus pada pencapaian pendapatan negara yang optimal melalui peningkatan pelayanan, pengawasan, dan kepatuhan WP/Pengguna Jasa/pengusaha BKC/Wajib Bayar serta peningkatan peran K/L dalam optimalisasi PNBP.  Tema ini diimplementasikan melalui insiatif yang mencakup area pajak belanja pemerintah, pembenahan sistem IT DJP, joint program DJBC-DJP, sistem pengguna jasa DJBC dan optimalisasi PNBP.

3. Tema Perbendaharaan

Tema perbendaharaan berfokus pada pengelolaan keuangan negara yang akuntabel melalui peningkatan kepuasan pengguna layanan, penghematan biaya operasional, peningkatan akuntabilitas pelaporan keuangan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kepemilikan SBN, pemanfaatan asset yang optimal, penurunan cost of fund dan pengurangan exposure APBN untuk pembiayaan pembangunan.

4. Tema Penganggaran

Tema penganggaran berfokus pada belanja negara yang efektif dan efisien yang antara lain dicapai dengan pengurangan biaya birokrasi dengan output yang sama, perbaikan kualitas belanja pendidikan dan kesehatan, sinkronisasi penganggaran pusat dan daerah serta pengelolaan dana pensiun yang efisien.